Pages

Subscribe Twitter Facebook

Friday, August 20, 2010

Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional.

I. Pendahuluan

Tulisan ini dibuat dalam bentuk makalah dari berbagai sumber yang dirangkum penulis dengan metode study pustaka. Pembahasannya makalah ini adalah Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional, sasaran Politik Luar Negeri, Faktor-Faktor Perumusan Politik Luar Negeri serta Konsepsi Politik Luar Negeri dan semua hal yang penulis rasa berhubungan dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional yang ada koherensinya dengan politik luar negeri sebagai salah satu wujud dari hubungan internasional itu sendiri.

Ilmu Hubungan Internasional merupakan studi tentang interaksi antara Negara-negara yang berdaulat didunia, juga mempelajari tentang actor bukan Negara yang prilakunya mempunyai pengaruhi terhadap kehidupan bangsa-bangsa. Hubungan internasional mengacu kepada segala aspek interaksi. Hubungan internasional berkaitan dengan politik, social, ekonomi, budaya dan interaksi lainnya diantara aktor-aktor Negara dan aktor-aktor non-Negara. Oleh sebab itu ilmu hubungan internasional mempunyai peranan penting terhadap politik luar negeri suatu Negara.

Politik luar negeri merupakan salah satu kajian dari Ilmu Hubungan Internasional. Politik luar negeri melibatkan aspek-aspek internal dan eksternal dari sebuah negera. Negara sebagai aktor yang melakukan politik luar negeri merupakan unit politik utama dalam system hubungan internasional, meskipun peran aktor non-negara juga semakin penting dalam hubungan internasional. Perumusan dan pelaksanaan politik luar negeri pengaruhi oleh perkembangan situasi politik internasional dan situasi hubungan internasional karena itulah politik luar negeri tidak dapat dipisahkan dalam studi hubungan internasional.

II. Pembahasan

II.a Politik luar negeri dalam Hubungan Internasional

Politik luar negeri (foreign policy) menurut William Wallace berarti "that area of politics which briges all important boundary between the national state and its international environtment." Dari pengertian tentang politik luar negeri yang dikemukakan oleh Wallace tersebut kita bisa melihat bahwa kebijakan politik luar negeri batas-batas yang sangat penting dari sebuah Negara dengan lingkungan internasional yang tentunya tidak akan terlepas dari Negara tersebut sebagai masyarakat internasional.

Negara sebagai bagian dari dunia internasional harus melaksanakan politik luar negeri. Politik luar negeri tersebut merupakan bagian dari seluruh kebijakan pemerintah. Pelaksanaan politik luar negeri mencerminkan kepentingan nasional dibidang luar negeri, disinilah hubungan internasional berperan secara vital dalam merumuskan dan memutuskan politik luar negeri yang bagaimana seharunya dilaksanakan oleh sebuah negera.

Pada dasarnya politik luar negeri merupakan action theory atau kebijaksanaan suatu negera yang diajukan kepada negera lain untuk mencapai suatu kepentingan tertentu. Secara umum foreign policy merupakan suatu perangkap formula nilai, sikap, arah, serta sasaran untuk mempertahankan, mengamankan dan memajukan kepentingan nasional di percaturan internasional. Politik luar negeri adalah suatu komitmen yang merupakan strategi dasar untuk mencapai tujuan baik dalam konteks dalam negeri atau luar negeri sekaligus menentukan keterlibatan suatu negera di dalam isu-isu internasional atau lingkungan sekitar.

Henry Kissinger menyatakan bahwa "foreign policy begins when domestic policy ends. " Berarti politik luar negeri berada dalam intersection antara aspek domestik dan aspek internasional dari kehidupan suatu Negara. Karena itu politik luar negeri tidak dapat dipisahkan dari politik dalam negeri.

sasaran politik luar negeri (objectives foreign policy) menurut Arora adalah sebagai berikut :

1. Politik luar negeri mencoba untuk menjaga integritas territorial sebuah Negara dan menjaga kepentingan warga negaranya sampai hingga bagian luar negera (internasional).

2. Sasaran politik luar negeri memelihara hubungan dengan anggota-anggota komunitas internasional lainnya dan penggunaan politik konflik atau kearah kerjasama mereka dengan maksud dengan pertimbangan kepentingan Negara mereka sendiri.

3. Politik luar negeri sebuah Negara mencoba mempertimbangkan lebih jauh kepentingan nasional Negara. Kepentingan utama diantara masing-masing Negara adalah pemeliharaan negera sendiri, keamanan dan kondisi baik warga negeranya. Seringkali berbagai kepentingan Negara menjadi bertentangan dan sebuah Negara harus menjaga kepentingan mereka dengan tegas dari pengaruh faktor ini.

4. Politik luar negeri bermaksud memajukan kepentingan ekonomi Negara. Berstatus sebagai Negara dalam arena internasional adalah sebagian besari di pengaruhi dengan keadaan ekonomi, sebuah Negara mencoba mengejar sebuah kebijakan politik luar negeri yang bisa berkontribusi pada kemakmuran ekonomi dan memungkinkannya dalam permainan yang lebih berperan efektif dalam politik internasional.

5. Politik luar negeri bermaksud meningkatkan pengaruh Negara dengan mengembangkan area wilayahnya atau mengurangi posisi Negara-negara lain dengan tanah jajahan.
Jadi kita bisa melihat bahwa tujuan dari jangka panjang sebuah politik luar negeri seuah Negara adalah untuk mencapai perdamaian, keamanan dan kekuasaan. Tujua kebijakan luar negeri juga merupakan formulasi kongkret yang dirancang dengan mengaitkan kepentingan nasional terhadap situasi internasional yang sedang berlangsung serta power yang dimiliki untuk menjangkaunya.

Tujuan politik luar negeri bisa dikatakan sebagai citra mengenai keadaan dan kondisi di masa depan suatu Negara dimana pemerintah melalui para perumusan kebijaksanaan nasional mampu meluaskan pengaruh kepada Negara-negara lain dengan mengubah atau mempertahankan tindakan Negara lain.

Hekekatnya kebijakan luar negeri yang diambil negera melalui langkah politik luar negeri mereka adalah untuk kepentingan nasional (national interest) yang didefinisikan sebagai konsep abstrak meliputi berbagai keinginan dari suatu Negara yang berdaulat. Kepentingan nasional ini dapat dikategorikan menjadi dua :

a. Kepentingan dasar (core/basic/vital interest). Yaitu kepentingan yang sangat tinggi nilainya sehingga suatu Negara rela berperang demi mencapainya. Misalnya melindungi daerah-daerah wilayah, menjaga dan melestarikan nilai-nilai hidup yang dianut Negara tersebut.

b. Kepentingan kedua (secondary interest). Meliputi keinginan yang hendak dicapai suatu Negara namun untuk mencapainya Negara tidak bersedia berperang dimana masih terdapat kemungkinan lain contohnya melalui jalan perundingan.

Berbicara tentang tujuan-tujuan dari politik luar negeri maka kita juga harus meliaht hal-hal yang mempengaruhi politik luar negeri tersebut yang penulis kutip dari buku Arora factor-faktor yang mempengaruhi foreing policy dibagi kedalam dua bagian besar yaitu internal dan eksternar secara lebih rinci adalah sebagai berikut :

Faktor Internal

Faktor internal merupakan factor yang berasal dari negera itu sendiri yang mempengaruhi kebijakan luar negerinya yaitu sebagai berikut :

a. Size. Luas wilayah territorial Negara yang diikuti dengan populasi yang besar sangat berpengaruh pada kebijakan luar negerinya.

b. Geography. Geografi sebuah Negara termasuk kesuburan, iklim, lokasi hubungan wilayah antar masyarakat, jalur air dan sebagainya. Hal ini merupakan factor utama yang mempengaruhi suplay dalam negeri sendiri.

c. Culture and History. Umumnya masyarakat memiliki sebuah pengalaman budaya dan sejarah bersama yang bisa mengefektifkan kebijakan luar negeri karena dukungan dari semua elemen social yang membagi rata nilai dan kenangan.

d. Economic Development. Mata pencaharian, industri yang berbeda dari masing-masing Negara menimbulkan hubungan yang dekat antar Negara tersebut, persaingan dibidang teknologi industry, ilmu pengetahuan akan menunjukkan Negara mana yang bisa berjaya disektor ekonomi.

e. Technology. Kemajuan dibidang ekonomi berefek pada militer dan kemampuan ekonomi Negara sehingga stabilitas keamanan dan ekonomi dalam negeri semakan handal dan kuat.

f. National Capacity. Capasitas nasional Negara bergantung pada kondisi militer, kemajuan teknologi dan pengembangan ekonominya.

g. Social structur. Kondisi sosial yang memisahkan secara tajam antara kekayaan, ketidakseimbangan regional dan sebagainya tidak bisa memicu politik luar negeri secara efektif dan menghambat kemajuan suatu negera.

h. Public mood. Keadaan public selalu mengkuti proses pembuatan kebijakan luar negeri. Hal ini bisa memberi evaluasi pada penting pada perumusan kembali kebijakan luar negeri.

i. Political organization. Organisasi sosial merupakan pengaruh yang sangat besar dalam menetapkan kebijakan luar negeri. Sebab para pembuat keputusan biasanya mempunyai atau bernaung dalam organisasi-organisasi politik sebagai lembaga mereka.

j. Role of Press. kontrol pres juga merupakan formula vita bagi politik luar negeri sebab pers memberikan kontribusi berupa suplay informasi yang sesuai dengan fakta dan terbaru.

k. Political Accountability. Politik yang bisa dipertanggungjawabkan sehingga warganegara akan mendukung setiap kebijakan politik yang diambil oleh pemerintahan.

l. Leadership. Kepemimpinan seorang pemimpin merupakan penentu dari kebijakan-kebijakan luar negerinya.


Faktor Eksternal

Factor eksternal adalah pengaruh-pengaruh dari luar yang kemudian memaksa atau memicu sebuah negera mengambil kebijakan luar negeri;

a. Power Structur. Stuktur kekuatan antar negera akan memberikan gambaran pada hubungan antar negera kedepannya.

b. International Organization. Sebuah kebijakan luar negeri harus memperhatikan hukum, traktat dan kotrak internasional. Struktur organisasi regional maupun global juga merupakan faktor pembangun dalam kebijakan luar negeri.

c. Reaction of Other State. Tidak ada negera yang bisa berusaha untuk menjalankan kepentingan fudamentalnya dengan melawan kepentingan Negara lain. Reaksi yang keras dari Negara lain akan menimbulkan akibat besar bagi kebijakan luar negeri.

d. Alliance. Pada masa perang dingin aliasi sangat berperan dalam menentukan arah kebijakan luar negeri sebuah Negara.

e. World Public Opinion. Opini masyarakt dunia memungkinkan sebuah Negara meneruskan atau membatalkan kebijakan politik luar negerinya.

II.b Konsepsi Politik Luar Negeri
Hubungan suatu Negara dengan Negara lainnya diluarnya dapat dijelaskan dalam beberapa konsep dasar :

1. Kebijakan luar negeri sebagai sekumpulan orientasi (as a cluster of orientation). Orientasi tersebut terdiri dari sikap, persepsi dan nilai-nilai yang dijabarkan dari pengalaman sejarah dan keadaan strategis yang menentukan posisi Negara dalam politik internasional.

2. Politik luar negeri sebagai seperangkat komitmen dan rencana untuk bertindak. (as a set of commintments to and plan for action). Kebijakan merupakan rencana dan komitmen kongkret yang dikembangkan oleh para pembuat keputusan untuk membina dan mempertahankan situasi lingkungan eksternal yang konsisten dengan kebijakan luar negeri. Pada kenyataannya rencana tindakan ini merupakan penerjemah dari orientasi umum dan reaksi terhadap keadaan yang sebenarnya (immediate context). Pada fase ini rencana tindakan politik luar negeri akan memberikan pedoman bagi :
- Tindakan yang ditujukan pada situasi yang berlangsung lama, misalnya kebijakan luar negeri yang berkenaan dengan konflik Israel-Palestina.
- Tindakan yang ditujukan pada Negara-negara tertentu
- Tindakan yang ditujukan pada isu-isu khusus, seperti kebijakan luar negeri mengenai pengawasan dan pelucutan senjata.
- Tindakan yang ditujukan pada berbagai sasaran lainnya, missal isu lingkungan hidup dan hak asasi manusia.

3. Kebijakan luar negeri sebagai bentuk prilaku atau aksi (as a form a behavior). Pada tingkat ini kebijakan luar negeri berada pada tingkat yang lebih empiris, yaitu berupa langkah-langkah nyata yang diambil oleh para pembuat keputusan yang berhubungan dengan kejadian serta situasi dilingkungan eksternal.

Jadi kebijakan luar negeri dapat dibedakan sebagai sekumpulan orientasi, sekumpulan komitmen dan rancangan aksi dan sebagai suatu bentuk perilaku. Setiap negera menghubungkan negaranya kepada peristiwa dan situasi di luar dengan ketiga bentuk kebijakan luar negeri diatas.

Sumber-Sumber Politik Luar Negeri

Sumber-sumber utama yang menjadi input dalam perumusan kebijakan luar negeri yaitu :

a. Submer sistematik, yaitu sumber yang berlangsung dari lingkungan eksternal suatu negera. Sumber ini menjelaskan hubungan antar Negara-negara besar, pola aliansi dan faktor eksternal yang dapat berupa isu area atau kritis.
b. Sumber masyarakat, merupakan sumber dari lingkungan internal. Sumber ini mencakup faktor kebudayaan, sejarah, pembangunan ekonomi, struktur sosial, dan perubahan opini public.
c. Sumber pemerintahan, menjelaskan tentang pertanggungjawaban politik dan struktur dalam pemerintahan.
d. Sumber indiosinkratik, yaitu nilai-nilai pengalaman, bakat serta kepribadian elit politik yang mempengaruhi persepsi kalkulasi dan prilaku mereka terhadap kebijakan luar negeri.

Referensi

Agung, Anak Banyu Permita & Yanyan Mochamad Yani. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Rosda, Jakarta: 2007

May, Teuku Rudy. Teori, Etika, dan Kebijakan Hubungan Internasional. Angkasa, Bandung: 1993

0 comments:

Post a Comment